INTUISI DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA : SEBUAH REFLEKSI PERKULIAHAN FILSAFAT ILMU PERTEMUAN 7 BERSAMA PROF. MARSIGIT
Oleh: Rahma Hayati

Kuliah filsafat ilmu pada pertemuan ke tujuh masih dilaksanakan di gedung baru Pascasarjana pada hari selasa, 7 November 2017. Kuliah hari ini dimulai dengan berdoa bersama agar pembelajaran yang dilaksanakan berjalan dengan baik dan diridhoi Allah SWT. Selanjutnya adalah test jawab singkat seperti biasa, dimana test berjumlah 25 pertanyaan. Kemudian dilanjutkan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang akan langsung dijawab oleh Pak Prof. Marsigit.

Pertanyaan yang dibahas pada hari ini salah satunya adalah mengenai peran intuisi dalam kehidupan dan pembelajaran. Penjelasan Bapak awalnya membuat saya bingung, karena Bapak menjelaskan bahwa intuisi ini tidak mempunyai awalan, tetapi awalan sangat bermanfaat untuk membuat atau membentuk intuisi. Intuisi sebenarnya tidak mempunyai definisi, tetapi definisi perlu untuk membuat intuisi. Bagi seseorang intuisi itu tahu dan mengerti tetapi lupa kapan dan dimana ia mendapatkannya.

Berdasarkan penjelasan Bapak tersebut saya memahami bahwa intuisi merupakan suatu kemampuan dalam memahami sesuatu tanpa melalui penalaran yang rasional. Pemahaman ini seperti tiba-tiba ada dalam diri seseorang dan bekerja diluar kesadaran orang tersebut. Jadi intuisi ini tidak hanya berlaku bagi anak kecil, orang dewasa bahkan orang tua sekalipun mempunyai intuisi. Sesungguhnya intuisi ini lahir berdasarkan pengalaman seseorang, berdasarkan pergaulannya, baik itu pergaulan dengan keluarga, pergaulan dengan orang sekitar, pergaulan dengan benda mati, pergaulan dengan membaca, yang keseluruhannya meliputi yang ada dan yang mungkin ada.

Jika dibawa ke dalam ranah pembelajaran matematika, peran intuisi ini sangatlah penting. Pak Prof. Marsigit mengatakan bahwa seseorang yang mengerjakan soal matematika memerlukan intuisi. Tidak akan bisa ia mengerjakan soal matematika jika ia tidak mempunyai intuisi. Intuisi ini sebenarnya juga didapatkan melalui pengalaman-pengalaman dari mengerjakan soal matematika yang telah lalu. Semuanya bekerja tanpa disadari hingga membentuk intuisi ketika mengerjakan soal selanjutnya.

Hal yang paling sederhana mengenai intuisi ini adalah ingatan yang terikat antara ruang dan waktu. Contoh sederhana yang diberikan oleh Pak Prof. Marsigit adalah ketika kita sedang membaca sebuah buku. Kita akan tetap mengingat halaman yang telah dibaca meskipun kita telah membacanya hingga ke halaman selanjutnya. Kita dapat mengingatnya karena adanya peran intuisi. Dimana intuisi dibentuk berdasarkan ingatan yang telah lalu. Maka intuisi penglihatan, intuisi pendengaran bahkan intuisi perasaan pun akan menjadi sangat penting untuk membantu seseorang dalam menjalani kehidupan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini