PSIKOLOGI SPIRITUAL: SEBUAH REFLEKSI PERKULIAHAN FILSAFAT ILMU BERSAMA
PROF. MARSIGIT
Oleh: Rahma Hayati
Pertemuan hari ini pada tanggal 12
Desember 2017 terasa sangat istimewa. Hari ini tepat satu minggu setelah Pak
Prof. Marsigit dilantik sebagai Direktur Pascasarjana UNY. Turut bahagia
sekaligus bangga dan merasa beruntung bahwa hari ini saya tengah mengikuti
perkuliahan dari seorang Direktur Pascasarjana. Tetapi Pak Prof. Marsigit
tetaplah Pak Prof. Marsigit, yang meskipun telah menjadi pimpinan di
Pascasarjana beliau masih tetap bersahaja di dalam pemikirannya yang luar
biasa.
Dari perkuliahan hari ini saya
banyak mengambil hikmah dari perjalanan seorang Prof. Marsigit. Di awal
perkuliahan beliau berpesan dengan menggunakan bahasa Jawa, “ngengeh
mongso” (semoga saya tidak salah tulis, jika iya mohon diperbaiki ^^)
yang berarti lebih kurang adalah janganlah kita mendahului kehendak Allah SWT,
tetapi kita boleh untuk bercita-cita. Dari sini Pak Prof. Marsigit mengingatkan
kepada kita semua bahwa dalam menjalani hidup janganlah penuh dengan ambisi
karena ambisi dapat menjerumuskan kita ke jalan yang tidak Allah SWT ridhoi.
Jalanilah kehidupan ini dengan mengalir apa adanya, tetapi bukan berarti pasrah
terhadap keadaan. Untuk itu diperlukan cita-cita atau target dalam mencapai
sesuatu.
Pak Prof. Marsigit juga
menyampaikan “walaupun satu ayat,
sampaikanlah... walaupun satu kebaikan, lakukanlah... maka sebarkanlah kebaikan
selagi bisa berbuat... jadilah orang yang bermanfaat”. Dari ini saya
meneladani bahwa jadilah sebaik-baik manusia dan jadilah manusia yang
bermanfaat. Disini saya melihat meskipun Pak Prof. Marsigit mempunyai segudang
pengalaman, sederet gelar dan ilmu yang luar biasa, tidak menjadikan beliau
menjadi seorang yang sombong. Namun sebaliknya beliau tetap sederhana sehingga
menjadikan beliau menjadi sosok yang dihormati dan disegani.
Dan kata-kata yang diucapkan oleh
Pak Prof. Marsigit yang masih saya ingat sampai sekarang adalah “jika kita dijahati oleh orang lain,
janganlah balik menjahati...tetapi balaslah dengan kebaikan dan prestasi ”.
Maka jalanilah segala sesuatu dengan ikhlas dan sabar, karena segala sesuatu
itu ada masanya, ada waktunya. Janganlah menyebarkan kebencian karena hal
tersebut akan tidak akan membawa manfaat justru hanyalah akan membawa kerugian
bagi diri sendiri. Kembali lagi, syukuri semua apa yang telah kita punya.
Janganlah memaksakan sesuatu yang sebenarnya memang belum masanya.
Terakhir, saya pribadi ingin
mengucapkan selamat kepada Pak Prof. Marsigit atas dilantiknya Bapak sebagai
Direktur Pascasarjana UNY dan selamat atas amanah barunya. Amanah bukan untuk
dijadikan sebagai bentuk kesombongan tetapi amanah menjadikan seseorang lebih
baik dan lebih baik lagi. Hal itulah yang saya lihat dari diri Bapak, sederhana
tetapi dibaliknya tersimpan ilmu, pengetahuan, dan pengalaman yang luar biasa.
Semoga Pascasarjana UNY semakin lebih baik kedepannya selama berada di bawah
pimpinan Bapak dan semoga kami bisa menerapkan seperti yang Bapak contohkan,
yaitu jadilah yang terbaik dan jadilah orang yang bermanfaat dimana pun berada.
Foto bersama akhir perkuliahan

Komentar
Posting Komentar